Labels

Showing posts with label Antologi Puisi: Titip Cinta Lewat Kata. Show all posts
Showing posts with label Antologi Puisi: Titip Cinta Lewat Kata. Show all posts

Sunday, February 28, 2016

I cant Sleep Every Time I Miss You


Today's Poetry:


my head so blank, tonight
i miss you, so missing you
wanna hold u tight
make dream come true

night come back again to fall a sleep
leaving all in silent and darkness
half of me awake whispering a weep
without u like this is a loneliness

i wishper you lovely name
draw ur beautiful face on d ceiling
as i lay down wanting u in flame
think of your warm lips i am missing

i thank God for having you
for all d moment we've been thru
live our happiness 4 all this time
walking our life as a love rhyme

i pray God before i fall to sleep
to hold u back in my arm again
now and till the morning creep
seing your smile to ease my pain

good night and sweet dream,
my longing sweet heart :)


(Feb 2016)
Angsana, Tanah Bumbu Regency, Kalsel

Thursday, June 18, 2015

Cuma Denganmu

Today's Poetry:

Saat aku jauh,
aku ingin dekat
denganmu.

saat kita dekat,
aku ingin menyatu
saat kita menyatu,
aku ingin lebur
bersamamu

saat kita lebur,
aku ingin senyawa
saat kita senyawa,
aku ingin selamanya,
denganmu

ya, cuma denganmu


Ciledug, 18 Juni 2015

Tuesday, June 11, 2013

I know, I hope...

Today's Poetry:

I know you love me so much
and I hope I love you that much
all this time...

I know I am the only one you love
and I hope you're the last one I love
till the end of time...

we would never know
how long we share our time together
that's why we always pray and hope
time will bind us in love forever

I know, I hope


Ciledug, Juni 2013

Tuesday, April 26, 2011

Sebulan Ini Cukup Berarti

Sebulan ini cukup berarti untuk kita
Menyibak kembali lembar demi lembar
Surat-surat cinta yang dulu saling kita kirimkan
Siapa sangka kita bisa membacanya sekarang
Bersama-sama…

Dulu kukira puisi-puisiku tentangmu
‘kan lebur bersama waktu yang berjalan
Atau kau arungkan jauh nuju birunya lautan
Ternyata kau merangkainya jadi sebuah buku

Sebulan ini sangat berarti buatku belajar
Tentang bagaimana cara mencintaimu
Dan bagaimana cinta bisa terus bergetar
Sepanjang waktu


(24 April 2011)

Monday, January 31, 2011

Malam Jatuh Di Tasikmalaya


*Kepada: MR


Diantara baris-baris bintang berkejaran
di kejatuhan malam di Tasikmalaya
tak ada kekosongan mengisi ruang pikiran
saat wajahmu dibenakku jadi segalanya

Perjalanan ini selalu saja menjadi guru
yang mengenalkanku kepada sesak, ketimbang penat
di tiap tiap jarak yang kupangkas menyisakan rindu
seperti cemeti yang memacu deru berlari cepat

Maka diantara doa doa selamat yang kurapalkan
dan sujud kekhusyukan di setiap perhentian
kusisipkan satu baris sajak buatmu:
"Sepanjang jalan ini kau memenuhi pikiranku"



(30 Jan 2011)
-diantara malam yang jatuh sepanjang Majenang - Tasikmalaya

Tuesday, January 25, 2011

Ketika (2)


*Kepada: MR


ketika kau diam seribu basa
maka kau membuatku sibuk menerka
gerangan apa arti diammu


(Jan 2011)

Friday, October 15, 2010

Usia (Hari hari ini)



*Kepada: Minarni


telah kita lewati masa-masa di mana
hari-hari bertebar tawa suka
jika hari hari terakhir ini banyak kuhabisi waktu
dalam diam dan berbaring aku
dan mengembalikan kesehatan
 kuharap kita masih akan tetap bersama berjalan
menikmati waktu-waktu yang tersisa di depan


(Okt 2010)
Terbaring sakit

Friday, October 1, 2010

Belum Ada Judul


lantai yang kita pijak
seperti mozaik
ditempat mana rindu kita terserak
menahanku ketika aku ingin pergi
dan menarikku kembali
dan kembali


(Oktober 2010)

Tuesday, August 24, 2010

Mencintai, Kau dan Aku

Today's Poetry:

Mencintai, Kau dan Aku



Bisakah kita bisikkan kata ini; di telingamu telingaku
Agar sementara waktu kita terlepas dari keriuhan
Selain hanya mendengar bahasa kita merindu

Bisakah kita ukir kembali; di hatimu hatiku
Agar rona kembali menyala, gantikan debu dan abu
Cinta merah yang ketika pertama sama kita temukan
Di dasar hati kita yang dulu sama perawan

Bisakah kita sapa lagi; getar yang dulu menyeruak
Agar seribu ciuman kita tak pernah kenal kata usang
Getar yang selalu membawa kita terlonjak gejolak
Saat sedetik kecupan serasa bekukan bintang-bintang

Bisakah kita jalani, waktu yang ada
Bersama langkah kita yang harmoni berpacu
Riuh gemuruh anak-anak semasa
Yang tak pernah membuat kita jemu

Mencintai, kau dan aku


(24 Agustus 2010)
-15th Anniversary

Monday, August 2, 2010

Cinta Yang Tak Berkesudahan


Cinta Yang Tak Berkesudahan

*Kepada: Minarni


Pagi ini kau tukarkan selimut mimpi
dengan sekulum senyum
dan alunan merdu mengantarku
pergi dari ruang mati suri
Segelas kopi kau hantarkan seiring
kecupan mendarat di bibirku, yang,
bahkan belum lagi kubasuh air wudhu
menghangatkan tengorokanku yg kering

Dan pagi menjadi riang
melatari langkah-langkah kita yang sibuk
berputaran dari satu kamar ke lain ruang
mengembalikan semua yang berantakan
Adakah kau rasakan cinta mengisi setiap syaraf?
seperti aku yang serentak disengat semangat
menikmati tapak-tapak betis rampingmu
setiap kali kau berlalu di hadapanku

Adakah kau hirup cinta memenuhi rongga dada?
seperti aku yang begitu bebas bernafas lega
meruaki harum helai-helai rambut dan kulitmu
saat kupeluk sukmamu yang mempesona
Pagi ini tak ubahnya malam siang yang bergantian
ketika kau ada di pelukku
dengan lagu cinta yang tak berkesudahan
tak berakhiran,,,


(Ciledug, 2 Agustus 2010)

Tuesday, March 30, 2010

Dimana Dulu Kita Letakkan Mimpi?


Dimana Dulu Kita Letakkan Mimpi

*Kepada: Minarni


dimana dulu kita letakkan mimpi?
hingga kita melangkah ke arah yang tak sama
kau ke sini, aku ke sana meninggalkan pandang
kita kebelakang menyayat kaki-kaki
kita terluka

dimana dulu kita tuliskan cita-cita?
di lembar harapan dan bingkai doa
dan tergantung di dinding jiwa
kau aku agaknya kadang lupa
membaca bait-bait itu
membiarkan kenangan berpeluk debu

kapan terakhir kita bersentuhan?
meredakan temaram yang kini makin liar
menjadi lagu-lagu keresahan yang panjang
nyatalah sudah, aku tak bisa jauh darimu!


(30 Maret 2010)

Wednesday, December 16, 2009

Puisi Hari Ini

Today's Poetry:

Puisi Hari Ini



Semakin dalam aku,
Tenggelam dalam kerinduan
Semakin nyata kutemukan bayangmu
Di dasar kesepian

Semakin pekat kegelapan menyekap,
Semakin nyata lukisan wajahmu
Merupa di mata

Rindu ini mengajarkanku
Betapa kau segalanya


(16 Desember 2009)
Di tengah kebun sawit Astra, @ Long Wehea, Kaltim

Monday, May 18, 2009

Cinta


Cinta

*Kepada: Minarni


Jika aku bisa menguraikan kata dengan indah, maka akan kukatakan sesuatu tentang perasaanku dan kusampaikan padamu dengan bahasa yang dengannya kau bisa mengerti; betapa kau adalah segalanya!

Bahwa kau adalah; satu titik yang padanya aku tak pernah berpaling. Sebuah garis yang di lintasannya aku selalu berjalan. Sebuah akhir yang padanya aku hendak menuju. Sebuah awal yang dengannya aku memulai, dan;

Jarak yang membentang kini sesungguhnya menjadi perekat, yang membuatku sadar bahwa aku tak memiliki lain kecuali kau. Setiap langkah yang kutapaki (meski kau tak mungkin mengetahui) kujalani dengan sepenuh kesadaran bahwa kau ada disampingku, mendampingi. Dan; bukan tengah menguji kesetiaan.

Jika aku boleh mengatakannya secara sederhana tapi memiliki sejuta makna, akan kusampaikan padamu.

Bahwa cinta ini selalu tentang dirimu!


* Compiled

Wednesday, September 24, 2008

Seperti Tertulis Di Lembar Perjalananku












 

Seperti Tertulis Di Lembar Perjalananku (2008)

*Kepada: MR

Seperti hujan yang riuh gemericik di jendela kaca
Menyanyikan irama lagu yang tak kenal henti
Suaramu serenta mengisi gendang telinga
Tak hilang jua meski hari hari berganti

Seperti angin yang niup dedaunan menari di ranting
Bergerak serentak kesana kemari dengan pasti
Suaramu menggema di ruang pikiranku seiring
Kulukis rupamu di lembar-lembar khayali

Seperti ombak yang memecah pantai tinggalkan buih
Mengusik pasir-pasir yang padanya kutulis namamu
Rindu datang berangkai serpih demi serpih
Mengubur hari-hari dimana kau menjerat kalbu

Seperti tertulis di lembar perjalananku
Aku merindumu


(Muara Wahau, 24 September 2008)

Monday, April 28, 2008

Jika Nanti Malam


Jika Nanti Malam

*Kepada: Minarni


jika nanti malam
kau lihat aku tertidur lena
selimuti dan peluk erat jiwaku,
agar lelapku sempurna

dan

jika kau lebur bersama
malam meninggi biarkan
kugeluti sukmaku menari
hingga pagi mengurai
mimpi-mimpi


(Ciledug, 28 April 2008)

Tuesday, April 15, 2008

Kusemaikan Cinta

Kusemaikan Cinta

*Kepada: MR














kusemaikan cinta, di sudut ruang
di tempat mana kita ukir kenangan
kau aku, kulitku kulitmu
nafasku dan nafasmu
melukiskan warna dan bentuk yang sama
kerinduan yang tertahan

bertahun waktu kita lewati
adakah sudut itu makin kehilangan makna
seperti tak bernyawa tak berasa?
ataukah kau aku, kulitku kulitmu
nafasku dan nafasmu
tak lagi memiliki warna yang sama

barangkali kita harus ukir kenangan
di sudut ruang yang baru
di tempat mana kau menemukanku
aku memilikimu
jauh di dasar ruang jiwa kita
yang berdinding cinta


(April 2008)


* Compiled

Friday, January 25, 2008

Cinta Hari Ini

Cinta Hari Ini

*Kepada: MR


Apa itu cinta?

Jika pertanyaan itu kau ajukan padaku bertahun lalu, mungkin aku akan lantas menjawabnya sebagai sesuatu yang lahir karena hukum sebab akibat. Cinta bagiku dulu adalah ketika aku hanya mampu menangkap warna, bentuk, keindahan, kecantikan dan segala yang kasat oleh mata. Cinta yang, menurutku, lahir dari pendengaran, tawa, kata dan segala suara. Cinta yang timbul karena terkecap dan teraba. Cinta yang timbul ketika tanganku menggenggammu, ketika mataku menatapmu, ketika telingaku meresap suaramu, ketika kusentuh kamu, ketika kupeluk kamu, ketika kita berpandangan, ketika kita berpelukan, ketika kita… menyadari satu sama lain bahwa kamu yang membuatku berdegup kencang dan aku yang membuatmu tersipu… ketika tak sengaja kita bertemu.

Cinta bagiku dulu adalah sesuatu yang indah. Penuh warna, penuh gelak, penuh canda, tawa, ria, aneka suka. Cinta bagiku dulu adalah rindu yang seolah membuncah meruyak tumpah ruah tak terbendung ketika kau tak ada, sedetik saja dari mata. Ketika kita jauh, ketika kita dibatasi oleh ruang dan waktu. Ketika kita tersekat oleh malam, oleh kesibukan, oleh kehidupan masing-masing, oleh sesuatu yang kita kenali sebagai kau adalah kau, aku adalah aku, dan kita masih menjalani hidup sendiri-sendiri.

Cinta bagiku dulu adalah sesuatu yang harus berwujud dalam sebuah perlambangan, entah hati berwarna merah jambu, atau setangkai mawar merah menyala, atau selembar kertas berisi kata-kata berwarna laut biru, atau sebentuk coklat nikmat yang leleh lumat di mulut kita yang terkulum sambil senyum, atau sebatang ice-cream Magnum rasa susu berlapis coklat, dan berbagai rasa lain yang terkecap dalam makanan yang lahap, atau sebentuk lambang-lambang yang senantiasa kita kenali dan kita baca sebagai… I LOVE YOU. AKU CINTA KAMU.

Cinta bagiku dulu adalah sesuatu yang kudengar sebagai sesuatu yang merdu mendayu-dayu, sesuatu yang mengalun jauh ke dasar hatiku yang jika tiap kali terdengar selalu saja membawaku ke lembah ingatan yang di dasarnya kau ada, sesuatu yang kuikuti dengan siulan atau gumamam penuh nada yang kusebut lagu yang mewakili keberadaanmu dan perasaanku. Cinta bagiku dulu adalah sesuatu yang harus sempurna. Cinta bagiku dulu adalah sesuatu yang harus indah, cantik, mempesona.

Namun jika kau tanyakan padaku saat ini, apa Cinta itu sesungguhnya, maka biarkan aku mengungkapkan Cinta itu dengan apa yang kurasakan sebenarnya saat ini, hari-hari ini, selama ini…

Cinta bagiku saat ini adalah sesuatu yang tak bisa lagi kuraba, kukecap, kudengar, kulihat. Cinta bagiku kini bukanlah sesuatu yang harus kunikmati dengan mata, kuresapi dengan telinga, kureka dengan pikiran. Cinta bagiku kini adalah sesuatu yang ada ketika kuterpejam, nyata ketika kuterjaga.

Cinta bagiku kini adalah ketika aku bangun pagi dan meresapi setiap helaan nafas yang masih bisa kunikmati, setiap aliran udara yang masih bisa memenuhi setiap rongga di paru-paruku, cinta yang mampu membuatku tersenyum dan menikmati seluruh rasa yang ada yang mampu membuatku tersenyum ketika aku meregangkan setiap otot-otot yang kaku setelah tidur panjang yang melelapkan.

Cinta bagiku kini adalah sesuatu yang kunikmati ketika bibirku mencecap sejumput rasa yang berasal dari harmonisasi antara rasa panas dan rasa nikmat… atau entah apalah namanya dari racikan kopi yang kau hidangkan di pagi hari.

Cinta bagiku kini adalah sesuatu yang ketika kupejamkan mata, seketika aku seperti terhisap dan tertarik oleh satu kekuatan yang melemparkanku pada apa yang kusebut sebagai ‘selimut yang melingkupi seluruh raga dan jiwaku’ dan menghadirkan sesuatu yang kuartikan sebagai ‘aaaahhhhhhh, betapa damainya’. Sesuatu yang melemparku pada dunia yang di dalamnya aku ingin seolah tidur, tersenyum, diam… abadi.

Cinta bagiku kini adalah ketika -bukan saat kutatap- ada beberapa makhluk cantik-cantik yang -beberapa tahun lalu rasanya baru saja asyik kudekap erat tidur lelap dalam lilitan ‘bedongan’nya, bayi-bayi merah yang hanya mengenal tidur terpejam, nangis terpejam, mimi susu terpejam dan bahkan ‘eek dan kencing pun terpejam- kini tiba-tiba saja menjelma menjadi sosok-sosok lucu, menggemaskan, pintar, cerdas, patuh, nakal, bandel, cengeng, bawel, keras kepala, iseng yang tak henti membuatku ingin tertawa, baik ketika aku sedang senang maupun ketika aku kesal.

Cinta yang merupa pada makhluk-makhluk yang entah apa yang menuntun kita hingga kita memanggilnya dengan kata-kata ‘abang raka’… ‘kaka romi’… dan memey. Cinta bagiku kini adalah ketika –bukan saat kusentuh- aku melumatmu habis, entah kupeluk, entah ku-apalah namanya itu, atau ketika aku tak lagi merasakan keberadaan diriku dan dirimu yang terpisah oleh jarak dan waktu, karena hakekatnya aku dan kau adalah satu, sejiwa, sebidang, sedetak, sewarna, sehati, serangkum, sejalan, setapak, segejolak, sesunyi, sesenyap, selandai, sedamai, setawa, sepedih, serepot, seruwet, sesuatu… ya, hakekatnya tak ada lagi aku, tak ada lagi kau.

Cinta bagiku adalah kita. Cinta bagiku adalah ini, sekarang, terpejam, tersadar, tertidur, jauh, dekat, terlihat, terpisah… ada. Ada. Sungguh nyata. Terasa. Ada! Cinta adalah aku. Cinta adalah kau. Cinta bagiku kini adalah kita. Kita adalah cinta. Ya, Cinta adalah kita.

Cinta adalah impian, tujuan, harapan, rasa syukur, doa.

Cinta adalah apa yang kupijak. Cinta bagiku kini adalah atap yang melindungi kita dari panas, dinding yang melindungi kita dari angin dan debu. Lantai yang melindungi kita dari keterperosokan dan keterjerembaban ke jurang tak berdasar. Jendela yang membawa pergantian udara. Panas yang mengeringkan. Dingin yang menyejukkan.

Cinta bagiku kini adalah nikmat yang terasa ketika perutku kenyang, nikmat yang lahir ketika perutku perih karena lapar. Cinta bagiku adalah begitu banyak. Begitu beragam. Namun di saat yang sama juga begitu sederhana. Karena cinta bagiku kini hanyalah sesuatu… yaitu satu!

Cinta bagiku kini adalah… kamu. Seluruhmu, dan segalamu.

Aku cinta kamu, istriku…


(Ciledug, 25 Januari 2008) 02:55 AM

Wednesday, January 2, 2008

Malam Tahun Baru


Malam Tahun Baru

*Kepada: MR


Tak ada yang lebih kuingat
di malam tahun baru itu
selain ketika menatapmu
tengah terlelap di sampingku

Kau tertidur begitu lelap.
Barangkali karena lelah.

Dalam keremangan kulihat cahaya
di wajahmu yang tertidur
kutatap engkau damai lingkupi aku
kudekap engkau cinta smakin tumbuh

kubisikkan mesra dilelapmu
aku cinta kamu, kekasihku


(1 Januari 2008)

Friday, November 23, 2007

Potret Anak-anak Kita


Potret Anak-anak Kita

*Kepada: Minarni


potret anak-anak kita adalah cerita
tentang masa depan,
dimana aku dan kau
memang satu jiwa satu nafas
yang 'kan selalu seiring sejalan

potret anak-anak kita adalah kisah
tentang masa lalu,
dimana aku dan kau menyatu
untuk sebuah impian
wujudnya cinta yang tak berkesudahan

potret anak-anak kita adalah cinta
yang tak perlu terkatakan
tak perlu dijabarkan


(23 Nov 2007)


* Compiled

Thursday, November 22, 2007

Tatapmu, Tatapku


Tatapmu, Tatapku

*Kepada: Minarni


tatapmu, tatapku
lewat mata kita bicara banyak kata
telusuri relung demi relung di kalbu
di tempat mana kejujuran menjadi raja

tatapmu, tatapku
lewat mata kita menyadari sama
bahwa cinta kadang tak perlu terucap
karena semua menjadi padu dalam gerak
geliat tari kita yang serempak


(22 Nov 2007)


* Compiled