Labels

Showing posts with label Antologi Puisi: Nyanyian Pantai. Show all posts
Showing posts with label Antologi Puisi: Nyanyian Pantai. Show all posts

Thursday, December 31, 2009

(Secuil Kisah) Malam Ini (di Muara Wahau)

(Secuil Kisah) Malam Ini (di Muara Wahau)



di antara malam-malam yang lengang,
kita meniti mimpi-mimpi
di antara helaan nafas panjang,
kita bisikan doa mengiring sebaris janji

rindu seketika menguap menari
di antara deraan kabut meluruh bumi
memeluk tubuh-tubuh kita yang meringkuk
sibuk redakan kalbu terluka dan suntuk

beberapa malam kita saling menyapa
mengisi jiwa-jiwa yang kosong melompong
kecuali onggokan duka menggonggong
kusentuh kedalaman hatimu

dalam deru cinta menggebu-gebu
dan di antara malam-malam yang
turun memagari kita, riuh bisikku-bisikmu
mengantar gejolak yang mendesak

menghadirkan rupa kita membayang
di kelopak mata yang terpejam
selamat tidur, sayang
semoga mimpi indah terpatri

dan jadi jembatan
pertemuan kita malam ini!

(Muara Wahau, 2009)


* Compiled

Saturday, January 31, 2009

Ketika Sepi

Today's Poetry:

Ketika Sepi



Ketika sepi melingkupi
jarak dan waktu kurangkai jadi jembatan
mengantarku menjemput rindu
yang terkulai berserpihan

Ketika sepi menguasai
dalam benak wajahmu penuh berserak
guru yang mengajarkan betapa berarti
sedetik waktu saat ada di sampingmu

Ketika sepi membui
kusadari begitu banyak cinta terpatri
di dinding-dinding malam
yang memagari mimpi kita terangkai
di peraduan kita tenggelam


(31 Jan 2009)


*  COMPILED

Friday, September 26, 2008

Seperti Hujan Yang Riuh

Today's Poetry:


Seperti  Hujan Yang Riuh




Seperti hujan yang riuh gemercik di kaca jendela
menyanyikan irama lagu yang tak kenal henti
suaramu serenta mengisi gendang telinga
tak hilang jua meski hari demi  hari berganti

Seperti angin yang meniup dedaunan menari di tiap ranting
bergerak serentak kesana kemari dengan pasti
suaramu menggema di ruas pikiranku seiring
kulukis rupamu di lembar-lembar khayali

Seperti ombak yang memecah di pantai tinggalkan buih
mengusik pasir-pasir yang padanya kutulis namamu
rindu datang berangkai serpih demi serpih
mengubur hari-hari dimana kau menjerat kalbu


(26 September 2008)


* Compiled

Thursday, February 14, 2008

Samudera Tanpa Jeda


Samudera Tanpa Jeda

*Kepada: Minarni


mencintaimu aku,
seperti geraknya samudera
tak kenal letih tak pernah henti
di geloraku lekat jiwamu
loving thou
just like the move of ocean blue
tired does not know can never stop
adhere your soul in my ardour
dalam di dasar jiwa jauh di relung sukma
yang terpatri: hanya satu nama
aku ingin bersamamu
ya, selalu
far in the recesses deep in my soul
there only one name asleep and fold
i just want to be with you
always thou
mereguk cinta kita tanpa jeda!
drank our love like an ocean without a pause


(14 Feb 2008)


* Compiled

Sunday, January 6, 2008

Sebait Sajak Pantai dan Riaknya

Sebait Sajak Pantai dan Riaknya

kepada: minarni


sederhana saja..
aku ingin cinta kita
terus hidup bergelora!
seperti ombak...
yang tak pernah lelah
mengejar bibir pantai
untuk kemudian memecah
sisakan buih yang tersemai


(6 Jan 2008)


* Compiled

Friday, November 23, 2007

Lagu Laut dan Bibir Pantai


Lagu Laut dan Bibir Pantai

*Kepada: Minarni


dimanapun laut kau temui
'kan selalu ada harmoni,
antara riak, deburan dan desau angin

dan ombak yang tak pernah lelah
tak henti dan tak jemu
menyentuh bibir pantai sepanjang waktu

seakan lukisan, kiranya demikian cinta
yang ingin kuberikan padamu...


(23 Nov 2007)


* COMPILED

Thursday, May 24, 2007

Duduklah, Di Sini


Duduklah, Di Sini 



duduklah, sini, di sisiku

malam ini aku ingin bercerita
tentang malam-malam yang suram
tentang bintang yang kehilangan pijar
tentang bulan yang makin pendar
tentang semua yang serenta kehilangan makna
ketika kau jauh dariku

ada yang ingin kubagi denganmu
bukan semata rindu atau waktu
waktu yang terbuang, tanpamu
tapi tentang waktu-waktu yang
jadi tak berarti tak bernadi tak berseri
ketika kau tak nyata dimata

ada getar yang selalu kukenali
mendekapku tiap kali mengingatmu
membebatku seakan kau memelukku
menyadarkanku tentang arti dirimu
bahwa kau jiwa dari seluruh
kehidupan yang kumiliki

duduklah, sini, di sisiku
karena disitulah tempatmu


(24 Mei 2007)


*  Compiled

Thursday, February 15, 2007

Dalam Cintamu Aku


Dalam Cintamu Aku



dalam cintamu aku
lelap tertidur mendengkur
seperti bayi kenyang menyusu
di putingmu yang mengendur
begitu damai tetirahku

ketika kita torehkan tinta cinta
maka sehari menjadi abadi
tak ada yang hilang dari kenangan

dalam cintamu aku
menjadi teguh ketika jalan merencah
seperti karang tak bergeming
dihempas, diterjang, diterpa
geliat kehidupan merepih gelisah
kau bahana semangatku

dalam cintamu mendekapku
semertaku menjadi lengkap
dilingkup cinta yang sempurna


(14 februari 2007)



*  Compiled
 

Wednesday, December 6, 2006

Mencintaimu, Aku; (2)

Mencintaimu, Aku; (2)



Mencintaimu, aku;
seperti air mengalir ke laut,
merindu bejanamu di jiwa
mengisi setiap ruang yang berpagut

mencintaimu, aku;
seperti dunia yang berputar
abadi sepanjang waktu
pada kau matahariku berpijar

mencintaimu, aku;
adalah detak jantung
dan kaulah darah kehidupanku


(Desember 2006)

* Compiled

Tuesday, February 14, 2006

Mencintaimu, Aku; (1)

Today's Poetry:

Mencintaimu, Aku; (1)

*Kepada: MR


Mencintaimu, aku merasa seperti air
yang hanya mengerti tentang bagaimana aku mengalir
mengisi setiap celah dan ruang, mengisi kekosongan
tak mengenal berhenti, patuhi hukum gravitasi
mengisi kerendahan

mencintaimu aku adalah dunia
yang hanya mengerti berputar, tak kenal lelah
mengitari sumbu yang diam berkeliling matahari,
abadi bersama waktu mengisi esok hari
dan meninggalkan semua yang telah lalu

mencintaimu adalah detak jantungku
yang tanpa kuperintah berdetak membentuk irama
mengisi setiap ruang tubuhku dengan kehidupan
tak mungkin kuhentikan, lepas dari keinginan

maka mencintaimu adalah hari ini, ketika kita jalani
masa lalu yang kita telah rekam dalam kenangan
dan esok hari yang akan kita jalani bersama
setiap detik yang kujalani, adalah momen berharga
dimana kau menjadi bagian yang paling kucinta

tak pernah berbeda satu detik dengan lainnya!


(14 February 2006)


* Compiled


Thursday, November 24, 2005

Kemana Kata Menghilang?


Kemana Kata Menghilang



kemana kata menghilang,
selain tertelan sesang kebisuan?
aku tak lagi menyentuh nuranimu
dengan kata dengan puja
dan bahasa rindu yang teruntai terbaca

diam mulutku menyepi, menggegap jiwaku
dan hening kita bercengkrama rekatkan cita
tak ada lagi yang kuinginkan
selain menekuri jalan panjang berliku
menapakimu, dan semai-semai yang kian berarti

adakah kau tangkap kata yang kerap dusta
tak lebih baik dari dekap erat penuh makna
dalam diamku dalam dekapmu tak pernah henti
jiwaku bergejolak merindumu
membuncah abadi!



(Peninggilan, 24 Nov 2005)


*  Compiled

Tuesday, July 12, 2005

Tentangmu (4)

Tentangmu (4)



Begitu banyak yang ingin
Kuceritakan, padamu
Tentang rindu yang selalu membelenggu
Tentang betapa ingin memelukmu
Erat lekat. Dan
Memetakan setiap detil rupamu
Kulumat.

Selalu ada rindu yang tak henti menyeruak
Tentangmu…

Bahkan ketika mata kita saling bersitatap!


(12 Juli 2005, 7.24wib)


* COMPILED

Saturday, July 9, 2005

Rindu Bergelora, Menggebu

Rindu Bergelora, Menggebu




Ada yang ingin selalu kuingat, tentangmu
Tentang mata indah yang teduh menyejukkan
Tiap kali kutatap dan kulumat

Dan aku tak pernah jemu menikmatinya
Bahkan ketika kau lekat di hadapanku
Dekatnya wajah-wajah kita

Dalam rindu menggebu!


(9 Juli 2005)
*Berduaan


* COMPILED

Monday, May 30, 2005

Rasa Yang Membuncah

Rasa Yang Membuncah



Mencintaimu, aku;
Seperti tergulung ke pusaran waktu
Tak mengenal tentang malam
Tak ada siang
Tak peduli hari ini
Tak merasa kemarin
Ketika yang kutelusuri
Hanya tentangmu dan rinduku


(30 Mei 2005)


* Compiled



Monday, March 21, 2005

Tentangmu (3)

Tentangmu (3)

*Kepada: Minarni



pada waktu yang terentang,

kulukis kau sebagai kenangan.



pada wajah, senyum, tawa dan canda

yang selalu kurindukan



pada waktu yang tak jemu kujelang,

kureka kau bersama cita-cita.



pada harapan, impian dan keinginan

yang selalu kurangkai



mencintaimu bersama waktu
tak berbingkai...


(21 maret 2005)


*  Compiled

Thursday, November 4, 2004

Rindu Setiap Hari

Today's Poetry:

Rindu Setiap Hari




aku rindu kamu seperti dulu
ketika kamu tak terjangkau mata
aku rindu ketika kita bertemu
setiap hari tak pandang bilanya

aku rindu menatapmu, diam-diam
seperti dulu, setiap hari
menikmati kecantikanmu yang asri
dan meresapi di jiwaku dalam dalam

aku rindu kamu ketika aku sepi
rindu yang datang tak bisa kuredam
rindu memelukmu erat pagi hingga malam
rindu yang menghentak debarkan hati

aku rindu kamu, setiap hari!


(4 Nov 2004)


* Compiled

Tuesday, June 29, 2004

Sebuah Dermaga (2)

Today's Poetry:

Pada Sebuah Dermaga (2)




Kepada perempuanku, Monk:

Biarkan aku menatapmu,
Lagi dan lagi
Agar sinarmu membangkitkan
Pucuk-pucuk perindu yang rebah lelah
Tak terjamah
Ketika aku lupa;
Ada kau yang kucinta

Biarkan aku memelukmu,
Ketika kita masih bisa.
Agar hatimu mengetuk nuraniku;
Dan menggoreskan kebenaran
Tak ada lain di dirimu yang kucinta
Selain kebaikan
Dan ketulusan hati seorang istri sejati

Di dermagamu;
Kutambatkan hati


(29 Juni 2004)
-introspeksi-


* COMPILED